Google

23 Tahun Silam

May 4, 2008

Dua puluh tiga tahun silam lahir seorang bayi perempuan mungil dengan berat 2,6 kg. Bayi perempuan itu lahir di Rumah Bersalin Bahagia Semarang dari seorang ibu yang pekerja keras. Ayah si bayi saat itu sedang berada di Belgia. Sang ibu tidak mengeluh meski tidak ditemani suaminya dalam persalinan. Bayi mungil itu pun menangis menatap dunia, menghirup udara kota Semarang untuk pertama kalinya. Sang ayah telah menyiapkan nama bagi si mungil sejak Desember 1984, kala itu si ayah sedang berlibur ke London. Entah karena terpesona dengan keindahan alam London atau karena apa, nama si bayi terinspirasi saat ayah berada di kota itu.

Bayi mungil lahir 4 Mei 1985 jam 8.15 pagi. Rambutnya tidaklah lebat, kulitnya tidaklah gelap, matanya tidaklah belok, dan tangisannya tidaklah pelan (baca: cengeng). Si bayi pun mulai menyentuh kulit bunda, sangat lembut, hangat, dan menenangkan. Bunda tidak pernah lelah menenangkan si mungil meski cengengnya keterlaluan. Tidak lama menghirup udara kota Semarang, si mungil di bawa ke Jepara, kota tempat bunda bekerja.

Si mungil mulai menghirup aroma pasir laut, mendengar desiran ombak, dan suara deru kendaraan. Si mungil pun akhirnya berjumpa dengan sang kakak yang sangat sayang padanya. Si kakak bahkan tidak mengizinkan orang lain untuk mendekati si mungil (mungkin karena saking imutnya jadi takut diculik ma yang nengok emoticon).

Lambat laun si mungil menjadi bayi yang sehat dan montok. Waktu perjumpaan dengan ayahpun telah tiba. Ayah telah pulang, senangnya hati si mungil. Ayah pulang dengan membawa boneka putih berbaju merah kotak2 pemberian Professor ayah. Boneka itu umurnya pastilah lebih tua dari si mungil. Sampai sekarang, boneka itu masih disimpan di atas lemari si mungil. Ayah berucap, jika bayinya laki2 diberi nama Galih Fajar Mahardika, dan jika bayinya perempuan diberi nama Nilam Amalia Pusparani, dan itulah saya. Nilam berarti sapphire, Amalia ditujukan agar saya sering beramal, Pusparani diambil dari Puspa = bunga, Rani = ratu. Sampai sekarang nama Galih Fajar Mahardika tidak pernah dipakai karena setelah saya tidak pernah ada bayi lagi yang lahir dari rahim bunda. Terima kasih buat Ayah, Bunda, Aa, dan semua teman2 yang telah menemani perjalanan hidup saya selama 23 tahun ini. I love u all emoticon

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here