Geng Nero
Beberapa waktu silam, salah satu stasiun tivi swasta berulang2 menayangkan Geng Nero yang sedang beraksi. Nero adalah suatu geng ce di Pati, Jawa Tengah. Dari tayangan tersebut, anggota geng memplonco seorang ce, dari awalnya hanya disuruh hormat sembari dibentak, sampai pada tahap penamparan, dan mungkin selanjutnya ada tahapan yang lebih dari itu, hanya saja tayangan diberhentikan pada tahap tamparan. Fenomena geng seperti ini bukan cuma terjadi di Pati saja, saya yakin di berbagai daerah lainnya juga ada geng2 semacam ini. Ce yang mengalami perploncoan terlihat takut dan menangis. Gimana ga takut, dy dikeroyok beberapa ce. Saya yakin, kalo mau melawan sebenernya dy bisa, cuma dy ada pikiran lain. Kenapa saya bilang gt, karena saya pernah mengalaminya. Pemikiran orang memang ga da yang persis sama, tapi yang serupa pasti ada.
Kalo dilihat dari wajah2 ce2 yang ada di video itu, saya perkiraan mereka remaja2 SMA. Ntah mau jadi apa mereka nantinya kalo masih remaja saja sudah begitu. Yang ditindas emang ga enak, tapi lebih ga enak yang nindas. Mengapa? Yang menindas pasti menorehkan luka di hati yang ditindas, sedangkan yang ditindas ga. Hidup tu berputar, berkuasa dan tidak juga suatu siklus. Suatu hari kejadian itu bisa berputar, dan yang ditindas bisa berada di atas yang menindas. Suatu hari yang menindas pasti membutuhkan yang ditindas. Ketika saat itu tiba, bagaimanakah dy akan meminta pertolongan? Apa yang ingin saya uraikan di sini adalah, hati2lah dalam bersikap dan bertutur kata, coz mungkin suatu saat kita akan sangat membutuhkan org yang saat ini kita anggap kurang penting.
Kalo Geng Nero digawangi oleh remaja2 usia SMA, saya dulu mengalami kekejian semacam ini saat masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dipukul kepalanya, di tenggelemin di kolam renang, semua dah saya telen mentah2. Believe me or not, luka di hati lebih sakit daripada luka fisik. Buktinya saya cepet maafin temen saya yang pernah melakukan penyiksaan itu, malah pada akhirnya kita sering ngobrol. Waktu SMP, temen saya yang melakukan penyiksaan itu memohon sesuatu pada saya. See! Teori yang saya utarakan terbukti, bahwa suatu saat org yang menindas akan membutuhkan org yang ditindas. Bagi temen2 saya dan pembaca blog setia saya yang sangat saya sayangi, bila masih ada beban di hati teman2 semua, atau merasa salah terhadap seseorang, atau merasa telah menyakiti seseorang entah dalam bentuk fisik atau kata2, cepatlah minta maaf. Ga da ruginya kok minta maaf. Lakukanlah sebelum terlambat.


klo di jepara lo ikut geng apa?
wakakaka…………
Comment by zack — July 9, 2008 @ 4:39 pm
Ga ikutan geng apa2
Comment by dindut — July 9, 2008 @ 6:45 pm
Aduh kasian kamu ya dulu itu. Saya juga pernah ditindas tapi udah saya maafin. Kalo menindas kayaknya nggak pernah. Kalaupun pernah, mungkin nggak sengaja. Buat siapa aja yang pernah merasa saya tindas, mohon maaf sebesar2nya. Thanks to Dindut yang udah mengingatkan kita untuk minta maaf ke orang lain. Salam, Yasmin
Comment by yasmin — July 10, 2008 @ 7:28 pm
;-)
Comment by dindut — July 11, 2008 @ 9:39 am
saya mah mending ikutan geng orang ganteng
Comment by Luthfi — July 15, 2008 @ 11:41 am
kekekeke
Comment by dindut — July 15, 2008 @ 1:01 pm