<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Indut Indut</title>
	<link>http://indut.blogsome.com</link>
	<description>Perjalanan Dindut..naik kereta, andhong, atau kuda, asal selamat..</description>
	<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:40:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Metromini: Benar-Benar Mini</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2009/05/14/metromini-benar-benar-mini/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2009/05/14/metromini-benar-benar-mini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2009/05/14/metromini-benar-benar-mini/</guid>
		<description><![CDATA[	Metromini adalah bis yang mini. Bisa disebut bis juga, karena memang sebangsa dengan kelas bis. Tapi lebih enak disebut metromini, karena bentuknya yang kecil. Bukan hanya ukuran body bisnya yang lebih kecil dibandingkan bis2 Jepang, tapi mini di hal lain juga..ni bis serba mini..!!! Tinggi bisnya pendek banget. Kalau saya berdiri saja, dah menthok tuh, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Metromini adalah bis yang mini. Bisa disebut bis juga, karena memang sebangsa dengan kelas bis. Tapi lebih enak disebut metromini, karena bentuknya yang kecil. Bukan hanya ukuran body bisnya yang lebih kecil dibandingkan bis2 Jepang, tapi mini di hal lain juga..ni bis serba mini..!!! Tinggi bisnya pendek banget. Kalau saya berdiri saja, dah menthok tuh, kebayang ga yang lebih tinggi dari saya en ga dapet tempat duduk, mesti nunduk, beuuhhhhhh&#8230;!!! Jarak antar kursinya juga mini. Pas kaki banget, kadang malah lebih pendek dari jangkauan kaki ketika duduk, sehingga mau duduk aja mesti nyamping (itu saya, coba bayangin lagi yang lebih tinggi dari saya). </p>
	<p>Kemaren saat naik 640, seorang engkoh2 nyletuk: &quot;ni bis kecil amat yah&quot;. Hmmm&#8230;.apa yang ada di pikiran dy, sama ma pikiran saya. Ni metromini terlalu kecilllll&#8230;.Desainernya ga okeh ni. Mentang2 di Indonesia trus bikin bis yang super mini disesuain ma org Indonesia kah..?? Beuhhh lagiiii&#8230; Pantes aja namanya metromini, emang bener2 mini dari berbagai segi <img src='http://indut.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2009/05/14/metromini-benar-benar-mini/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Rei</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2009/02/25/rei/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2009/02/25/rei/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 16:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2009/02/25/rei/</guid>
		<description><![CDATA[	Raihanna Janna Az Zahra&#8230;begitulah nama ponakanku yang lucu. Bayi mungil ini telah membuatku sadar kalo dunia ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan kekecawaan dah keluhan. Ketika teringat pada Rei, semangat hidupku jadi bertambah, teringat bagaimana dy berjuang demi hidupnya. Rei yang masih kecil saja bisa tertawa saat tangannya dibalut jarum infus dan hidungnya diberi selang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Raihanna Janna Az Zahra&#8230;begitulah nama ponakanku yang lucu. Bayi mungil ini telah membuatku sadar kalo dunia ini terlalu indah untuk dilewatkan dengan kekecawaan dah keluhan. Ketika teringat pada Rei, semangat hidupku jadi bertambah, teringat bagaimana dy berjuang demi hidupnya. Rei yang masih kecil saja bisa tertawa saat tangannya dibalut jarum infus dan hidungnya diberi selang. Malu rasanya aku yang alhamdulillah sehat wa&#8217;alfiat tetapi masih saja mengeluh tentang hidup. Menakjubkan sekali bagaimana seorang bayi bisa membuatku lebih semangat. Sedih Rei ku tersayang masih belum sembuh juga. Pengen cepet2 ke Jakarta nengok Rei..duhhh Tante Ipit jahat banget yah ga nengok2 Rei <img src='http://indut.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />  . Postingan kali ini singkat aja, lagi ga mood nulis panjang2. </p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2009/02/25/rei/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Laskar Pelangi</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/09/30/laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/09/30/laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 00:11:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Film</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/09/30/laskar-pelangi/</guid>
		<description><![CDATA[	Film inspiratif ini berkisah tentang perjuangan anak2 miskin Belitung untuk memperoleh pendidikan. Film yang ceritanya diambil dari novel best seller karya Andrea Hirata, disajikan secara apik. Pemandangannya pun indah sekali, membuat saya ingin berada di sana. Pantainya bersih, indah, dan ombaknya tenang. Pedesaannya pun terlihat begitu nyaman, duhhh beneran pengen kesana deh. Nonton film ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Film inspiratif ini berkisah tentang perjuangan anak2 miskin Belitung untuk memperoleh pendidikan. Film yang ceritanya diambil dari novel <em>best seller</em> karya Andrea Hirata, disajikan secara apik. Pemandangannya pun indah sekali, membuat saya ingin berada di sana. Pantainya bersih, indah, dan ombaknya tenang. Pedesaannya pun terlihat begitu nyaman, duhhh beneran pengen kesana deh. Nonton film ini tidak mengecewakan, ga seperti ketika nonton Ayat-Ayat Cinta. </p>
	<p>Saya sendiri belum pernah membaca novelnya, tapi kata Aa (Aa dah baca novelnya), filmnya bagus dan lebih rasional dari novelnya. Kalo di novel lebih hiperbola katanya. Pemeran anak2 Belitungnya juga natural sekali, ga kaku kayak kebanyakan pemain sinetron yang baru2. Yang jadi Ikal matanya coklat seperti mata &quot;dy&quot;&nbsp;<img border="0" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />. Saya suka pelmnya buka karena salah satu pemerannya punya mata kayak &quot;dy&quot; ya, tapi emang karena pelmnya inspiratif banget. Pesan yang disampaikan adalah: <strong>jangan pernah berhenti bercita-cita</strong>. </p>
	<p>Novel2 karya Andrea Hirata yang lain juga banyak yang suka, terutama <strong>Sang Pemimpi</strong>. Kalo di jadiin pelm, saya pasti buru2 pengen liat. Hmm.. tapi tergantung juga sih ada barengan apa ga <img border="0" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />. Kemaren kebetulan Aa ngajak en nraktir nonton bareng Teteh juga. </p>
	<p>Kita nonton ber3. Nontonnya di XXI Boker, tadinya Aa ngajak di Elos, dikiranya yang di Boker lum buka. Elos kejauhan..huhh! Di Bogor makin banyak pilihan tempat nonton. Pelm2nya juga makin bervariasi, ya jadi lebih ngotaan dikit lah&nbsp;<img border="0" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/thumbup.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />. Overall ni pelm emang layak tonton. Selamat mengantri bagi yang belum nuntun, ga seru kalo liat di rumah&nbsp;<img border="0" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/wink.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/09/30/laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>New Chapter</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/09/01/new-chapter/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/09/01/new-chapter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 23:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Religi</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/09/01/new-chapter/</guid>
		<description><![CDATA[	Alhamdulillah tahun ini bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Selama setahun sudah bulan yang penuh berkah dinantikan, akhirnya datang juga. Kalo di review lagi blog2 saya sebelumnya, setiap tahun pasti ada topik &quot;Marhaban Ya Ramadhan&quot;. Isinya kurang lebih hampir sama. Tahun ini mau agak beda ah, jadi ganti judul &quot;New Chapter&quot;. Soal isi? 50% ga jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Alhamdulillah tahun ini bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Selama setahun sudah bulan yang penuh berkah dinantikan, akhirnya datang juga. Kalo di review lagi blog2 saya sebelumnya, setiap tahun pasti ada topik &quot;Marhaban Ya Ramadhan&quot;. Isinya kurang lebih hampir sama. Tahun ini mau agak beda ah, jadi ganti judul &quot;New Chapter&quot;. Soal isi? 50% ga jauh beda dengan sebelum2nya. Isinya maaf2an, bukan begitu? <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" />. Maaf2an emang perlu banget, jadi meski selalu diulang2, tetap saja menjadi hal yang penting.</p>
	<p>Menilik perjalanan hidup saya setahun silam, banyak hal yang terjadi en begitu cepat fluktuasinya. Fluktuasi yang ga karuan itu harus diredam secepatnya. Kalo dulu saya bilang: &quot;hidup ga indah tanpa fluktuasi&quot;, sekarang saya bilang: &quot;hidup jadi indah bila tetap pada track yang lurus&quot;. Nyadar usia, nyadar tuanya, nyadar dah gede, <strong>I have to change..!!!</strong></p>
	<p>Apapun yang sedang saya alami sekarang, apapun yang sedang saya lalui, apapun yang sedang saya kerjakan, apapun yang sedang saya usahakan, saya ingin melewatinya dengan sebaik2nya. Hidup adalah tentang pilihan, dan saya telah memilih jalan hidup saya, <strong>there&#8217;s no way back</strong><em>.</em> Kalo org bilang: &quot;menengok ke belakang itu perlu untuk menjadikannya pelajaran&quot;. Saya bilang: &quot;ga perlu ditengok, memorinya masih nyantol di otak. Kebanyakan nengok, malah lupa di depan ada jalan yang lebih indah&quot;.</p>
	<p>Teman2 yang sangat saya sayangi, maaf jikalau saya pernah salah baik lisan maupun tulisan. Jika kesalahannya disengaja, ya maafin juga yah&nbsp;<img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/wink.gif" />. Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga puasa tahun ini membawa hikmah bagi semua teman2, amien.. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/09/01/new-chapter/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Geng Nero</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/07/09/geng-nero/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/07/09/geng-nero/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 01:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/07/09/geng-nero/</guid>
		<description><![CDATA[	Beberapa waktu silam, salah satu stasiun tivi swasta berulang2 menayangkan Geng Nero yang sedang beraksi. Nero adalah suatu geng ce di Pati, Jawa Tengah. Dari tayangan tersebut, anggota geng memplonco seorang ce, dari awalnya hanya disuruh hormat sembari dibentak, sampai pada tahap penamparan, dan mungkin selanjutnya ada tahapan yang lebih dari itu, hanya saja tayangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Beberapa waktu silam, salah satu stasiun tivi swasta berulang2 menayangkan Geng Nero yang sedang beraksi. Nero adalah suatu geng ce di Pati, Jawa Tengah. Dari tayangan tersebut, anggota geng memplonco seorang ce, dari awalnya hanya disuruh hormat sembari dibentak, sampai pada tahap penamparan, dan mungkin selanjutnya ada tahapan yang lebih dari itu, hanya saja tayangan diberhentikan pada tahap tamparan. Fenomena geng seperti ini bukan cuma terjadi di Pati saja, saya yakin di berbagai daerah lainnya juga ada geng2 semacam ini. Ce yang mengalami perploncoan terlihat takut dan menangis. Gimana ga takut, dy dikeroyok beberapa ce. Saya yakin, kalo mau melawan sebenernya dy bisa, cuma dy ada pikiran lain. Kenapa saya bilang gt, karena saya pernah mengalaminya. Pemikiran orang memang ga da yang persis sama, tapi yang serupa pasti ada.</p>
	<p>Kalo dilihat dari wajah2 ce2 yang ada di video itu, saya perkiraan mereka remaja2 SMA. Ntah mau jadi apa mereka nantinya kalo masih remaja saja sudah begitu. Yang ditindas emang ga enak, tapi lebih ga enak yang nindas. Mengapa? Yang menindas pasti menorehkan luka di hati yang ditindas, sedangkan yang ditindas ga. Hidup tu berputar, berkuasa dan tidak juga suatu siklus. Suatu hari kejadian itu bisa berputar, dan yang ditindas bisa berada di atas yang menindas. Suatu hari yang menindas pasti membutuhkan yang ditindas. Ketika saat itu tiba, bagaimanakah dy akan meminta pertolongan? Apa yang ingin saya uraikan di sini adalah, hati2lah dalam bersikap dan bertutur kata, coz mungkin suatu saat kita akan sangat membutuhkan org yang saat ini kita anggap kurang penting.</p>
	<p>Kalo Geng Nero digawangi oleh remaja2 usia SMA, saya dulu mengalami kekejian semacam ini saat masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dipukul kepalanya, di tenggelemin di kolam renang, semua dah saya telen mentah2. Believe me or not, luka di hati lebih sakit daripada luka fisik. Buktinya saya cepet maafin temen saya yang pernah melakukan penyiksaan itu, malah pada akhirnya kita sering ngobrol. Waktu SMP, temen saya yang melakukan penyiksaan itu memohon sesuatu pada saya. See! Teori yang saya utarakan terbukti, bahwa suatu saat org yang menindas akan membutuhkan org yang ditindas. Bagi temen2 saya dan pembaca blog setia saya yang sangat saya sayangi, bila masih ada beban di hati teman2 semua, atau merasa salah terhadap seseorang, atau merasa telah menyakiti seseorang entah dalam bentuk fisik atau kata2, cepatlah minta maaf. Ga da ruginya kok minta maaf. Lakukanlah sebelum terlambat. &nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/07/09/geng-nero/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Back To Basic</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/06/23/back-to-basic/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/06/23/back-to-basic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 08:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/06/23/back-to-basic/</guid>
		<description><![CDATA[	Setelah beberapa hari bedrest, akhirnya saya bisa nulis2 sesuatu lagi. Ga tau si gimana bisa terserang tipus. But, I&#8217;m glad everything is getting better now. Meski masih lemes2 dikit, tapi dah ga demam lagi. Sesaat sebelum badan saya bener2 ambruk, saya ngantri di BCA! Wuahhhh.. antriannya panjang banget. Dari rumah dah ga enak badan tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Setelah beberapa hari bedrest, akhirnya saya bisa nulis2 sesuatu lagi. Ga tau si gimana bisa terserang tipus. But, I&#8217;m glad everything is getting better now. Meski masih lemes2 dikit, tapi dah ga demam lagi. Sesaat sebelum badan saya bener2 ambruk, saya ngantri di BCA! Wuahhhh.. antriannya panjang banget. Dari rumah dah ga enak badan tapi maksain diri buat berangkat. Pulang2 bener deh langsung ambruk. Now, kembali ke semula. Beraktivitas lagi&#8230;&#8230; Nasi I&#8217;m coming <img src='http://indut.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . </p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
	<p>http://nilam-amalia.blogspot.com<br />
http://dindut.wordpress.com<br />
http://lapakku.wordpress.com<br />
http://dindutz.blogs.friendster.com/my_blog/<br />
http://alexandrabutik.multiply.com
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/06/23/back-to-basic/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Ex-Gent</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/05/11/pertemuan-ex-gent/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/05/11/pertemuan-ex-gent/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 11:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/05/11/pertemuan-ex-gent/</guid>
		<description><![CDATA[	Hari ini ada pertemuan ex-Gent di rumahnya tante Diah. Acaranya berlangsung dari jam 11-16 WIB. Saya berangkat jam 12 lewat dikit coz nunggu dhuhur dulu. Rumahnya tante Diah di Cilandak, jadi masih bisa ngejar caranya. Mampap dah pake baju semi-formal, saya sendiri pake baju santai yang sempat disuruh ganti ma mampap, katanya kurang bagus, ughhh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Hari ini ada pertemuan ex-Gent di rumahnya tante Diah. Acaranya berlangsung dari jam 11-16 WIB. Saya berangkat jam 12 lewat dikit coz nunggu dhuhur dulu. Rumahnya tante Diah di Cilandak, jadi masih bisa ngejar caranya. Mampap dah pake baju semi-formal, saya sendiri pake baju santai yang sempat disuruh ganti ma mampap, katanya kurang bagus, ughhh ribet ya. Tapi akhirnya mampap setuju juga saya pake tu baju <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" />. </p>
	<p>Pencarian rumah tante Diah tidak semudah yang dibayangkan. Sempat mblosok2 salah masuk, akhirnya nemu juga. Rumahnya terletak di pojok. Pagarnya terbuat dari bambu or kayu (maaf ga gt merhatiin) yang menjulang tinggi melebihi ketinggian manusia. Sampai di depan gerbang, binun nyari belnya kok ga ada. Tidak lama berselang, satpam rumah pun datang menghampiri dan mempersilahkan kami masuk. Dari gerbang menuju ke rumah utama harus sedikit berjalan kaki (mobil tadi masuknya lewat jalan sempit gt jadi ga bisa masuk). Setelah nyampe di bangunan rumah, binun pintu utamanya yang mana, hahaha payah ya kita! Rumahnya bergaya Eropa gt, maksudnya bukan gaya Eropa yang bercorak2 zaman Romawi, tapi maksud saya bergaya seperti rumah2 di Eropa. Berhubung saya orang Indonesia, dimaklumi ya kalo rada2 binun menentukan pintu utamanya <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" />. Daripada linglung ga jelas, akhirnya nanya pak satpam juga. Di pintu utamanya juga ga nemuin bel, jadi deh ngetok pintu. Sembari ngetok pintu, mama ngelongok2 di jendela (utg ga diliat yang punya <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/dry.gif" />). </p>
	<p>Tante Diah keluar membukakan pintu untuk kami. Gaya rambutnya masih tetep sama seperti dulu dan wajahnya pun masih semuda dulu. Tante Diah berpakaian cukup santai, hemd dengan celana pendek. Kami langsung menuju ruang makan yang seruang dengan dapur. Ruang makan gaya Eropa banget, asyik penataannya. Di sana sudah datang Om Arif beserta keluarga dan beberapa ex-Gent lain. Ada Celine, Audrey, Helene, dan suami tante Diah juga tentunya. Dateng langsung deh caplok sana sini, eh tapi jgn salah ya, saya ga gragas loh, sebelumnya di rumah udah makan dulu biar ga rakus <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/cool.gif" />.</p>
	<p>Menu pertama yang saya ambil adalah kue2. Kemudian minum lemon tea dulu baru melahap lasagna. Masih banyak menu lainnya seperti spaghetti, udang, daging, ayam, n cake coklat, tapi perut dah terasa penuh jadi stop is the best. Makan sembari ngobrol en ngrumpi dengan orang2 yang dari segi usia di atas saya, tapi cueks lah. Dari cerita2 zaman dulu ketika di Gent, hmm.. cerita dari saya tentunya menarik dunk.&nbsp;</p>
	<p>Dari dapur bisa terlihat kolam renang dan halaman belakang yang cukup asri. Kalo bawa baju renang, dah nyemplung kali saya <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" />. Saya suka sekali dengan penataan rumahnya, simple dan homy banget. Sampe pulangnya saya sms Cacay bilang pgn rumah yang besar en homy. Rumah saya di Bogor tu penuh dengan perabotan, jadi sumpek.&nbsp;</p>
	<p>Jam 15 lewat kami pun pamit pulang. Setelah cipika cipiki, kita foto2 dulu. Fotonya cuma 2 kali, tapi mudah2an hasilnya bagus. Nanti kalo sudah dikirim sama Om Arif, saya post deh di FS en pesbuk. Jadi pengen ih punya rumah yang homy, pasti bikin saya makin betah di rumah. Pasti juga bikin kucing2 saya yang ganteng en cantik jadi lebih hepi. Pasti juga bikin suami dan anak2 saya kelak (baca: kelak saat saya punya suami en anak2) jadi betah, amien.. Cacay cepet beliiiiiiiiiiiiiin..!!! Btw, kayaknya nikah dulu ya Beb baru minta beliin?? <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/rolleyes.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/05/11/pertemuan-ex-gent/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Saka Merah Putih</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/05/05/sang-saka-merah-putih/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/05/05/sang-saka-merah-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 01:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Politik</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/05/05/sang-saka-merah-putih/</guid>
		<description><![CDATA[	Indonesia mempunyai bendera yang berwarna merah putih. Bendera kebanggaan negara kedaulatan ini disebut sebagai Sang Saka Merah Putih. Dari pelajaran di sekolah, berulang kali dijelaskan jika merah berarti berani dan putih berarti suci. Tahukah darimana asal muasal bendera merah putih itu? Bendera merah putih merupakan bendera Majapahit. Majapahit mengibarkan bendera ini pada peperangan. Dalam Kitab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Indonesia mempunyai bendera yang berwarna merah putih. Bendera kebanggaan negara kedaulatan ini disebut sebagai <strong>Sang Saka Merah Putih</strong>. Dari pelajaran di sekolah, berulang kali dijelaskan jika merah berarti berani dan putih berarti suci. Tahukah darimana asal muasal bendera merah putih itu? Bendera merah putih merupakan bendera Majapahit. Majapahit mengibarkan bendera ini pada peperangan. Dalam <strong>Kitab Sutasoma</strong>, dijelaskan bahwa <strong>merah</strong> merupakan simbolisasi dari <strong>darah</strong> yang berarti berjuang sampai titik darah penghabisan demi mempertahankan bumi pertiwi, sedangkan <strong>putih</strong> berarti <strong>suci</strong>. Dengan bendera yang sama dengan yang diusung Majapahit, akankah Indonesia menjadi negara termahsyur seperti kerajaan itu? Ataukah akan tercerai-berai seperti keruntuhan Majapahit?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/05/05/sang-saka-merah-putih/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>23 Tahun Silam</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/05/04/23-tahun-silam/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/05/04/23-tahun-silam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 10:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/05/04/23-tahun-silam/</guid>
		<description><![CDATA[	Dua puluh tiga tahun silam lahir seorang bayi perempuan mungil dengan berat 2,6 kg. Bayi perempuan itu lahir di Rumah Bersalin Bahagia Semarang dari seorang ibu yang pekerja keras. Ayah si bayi saat itu sedang berada di Belgia. Sang ibu tidak mengeluh meski tidak ditemani suaminya dalam persalinan. Bayi mungil itu pun menangis menatap dunia, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Dua puluh tiga tahun silam lahir seorang bayi perempuan mungil dengan berat 2,6 kg. Bayi perempuan itu lahir di Rumah Bersalin Bahagia Semarang dari seorang ibu yang pekerja keras. Ayah si bayi saat itu sedang berada di Belgia. Sang ibu tidak mengeluh meski tidak ditemani suaminya dalam persalinan. Bayi mungil itu pun menangis menatap dunia, menghirup udara kota Semarang untuk pertama kalinya. Sang ayah telah menyiapkan nama bagi si mungil sejak Desember 1984, kala itu si ayah sedang berlibur ke London. Entah karena terpesona dengan keindahan alam London atau karena apa, nama si bayi terinspirasi saat ayah berada di kota itu. </p>
	<p>Bayi mungil lahir 4 Mei 1985 jam 8.15 pagi. Rambutnya tidaklah lebat, kulitnya tidaklah gelap, matanya tidaklah belok, dan tangisannya tidaklah pelan (baca: cengeng). Si bayi pun mulai menyentuh kulit bunda, sangat lembut, hangat, dan menenangkan. Bunda tidak pernah lelah menenangkan si mungil meski cengengnya keterlaluan. Tidak lama menghirup udara kota Semarang, si mungil di bawa ke Jepara, kota tempat bunda bekerja. </p>
	<p>Si mungil mulai menghirup aroma pasir laut, mendengar desiran ombak, dan suara deru kendaraan. Si mungil pun akhirnya berjumpa dengan sang kakak yang sangat sayang padanya. Si kakak bahkan tidak mengizinkan orang lain untuk mendekati si mungil (mungkin karena saking imutnya jadi takut diculik ma yang nengok&nbsp;<img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/happy.gif" />). </p>
	<p>Lambat laun si mungil menjadi bayi yang sehat dan montok. Waktu perjumpaan dengan ayahpun telah tiba. Ayah telah pulang, senangnya hati si mungil. Ayah pulang dengan membawa boneka putih berbaju merah kotak2 pemberian Professor ayah. Boneka itu umurnya pastilah lebih tua dari si mungil. Sampai sekarang, boneka itu masih disimpan di atas lemari si mungil. Ayah berucap, jika bayinya laki2 diberi nama <strong>Galih Fajar Mahardika</strong>, dan jika bayinya perempuan diberi nama <strong>Nilam Amalia Pusparani</strong>, dan itulah <strong>saya.</strong> Nilam berarti sapphire, Amalia ditujukan agar saya sering beramal, Pusparani diambil dari Puspa = bunga, Rani = ratu. Sampai sekarang nama Galih Fajar Mahardika tidak pernah dipakai karena setelah saya tidak pernah ada bayi lagi yang lahir dari rahim bunda. Terima kasih buat Ayah, Bunda, Aa, dan semua teman2 yang telah menemani perjalanan hidup saya selama 23 tahun ini. <strong>I love u all</strong> <img border="0" title="emoticon" alt="emoticon" src="http://indut.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/wub.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/05/04/23-tahun-silam/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Axis</title>
		<link>http://indut.blogsome.com/2008/04/27/axis/</link>
		<comments>http://indut.blogsome.com/2008/04/27/axis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 23:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dindut</dc:creator>
		
	<category>IT</category>
		<guid>http://indut.blogsome.com/2008/04/27/axis/</guid>
		<description><![CDATA[	Axis adalah operator GSM baru yang sedang melakukan peluncuran di Indonesia. Iklannya aja masih gres, sudah beredar kabar yang miring. Saya ga mau post di sini apa kabar2nya itu coz saya percaya itu adalah hoax yang disebarkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab. Bodohnya lagi, banyak yang asal mau aja di suruh fwd berita2 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Axis adalah operator GSM baru yang sedang melakukan peluncuran di Indonesia. Iklannya aja masih gres, sudah beredar kabar yang miring. Saya ga mau post di sini apa kabar2nya itu coz saya percaya itu adalah hoax yang disebarkan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab. Bodohnya lagi, banyak yang asal mau aja di suruh fwd berita2 yang dirinya sendiri ga yakin akan kebenarannya. Jika berita yang disebarkan palsu (meski cuma fwd), termasuk fitnah kan? </p>
	<p>Bagaimana soal tarif telpon dan sms nya? Saya sendiri belum tau, kemaren cuma liat sekilas iklannya. Mungkin nanti jika saya sudah mencoba sendiri baru bisa memberi komentar lebih lanjut. Coz saya termasuk yang ga percaya juga ma janji2 operator kalo belum nyoba sendiri. Sejauh ini si masih tetep nyaman dengan GSM dibandingkan CDMA.</p>
	<p>Keluar dari pembahasan Axis, saya pernah mencoba nelpon pake suatu operator GSM yang katanya tarifnya 0,&#8230;.sekian perdetik. Ugh ternyata baru nelpon 45menitan pulsa Rp.50.000 saya dah ludes. Busyet dah, iklannya heboh banget tapi ternyata ya gt2 aja! Kenapa ga mencoba 1 menit dulu? Kalo mau komen banyak ya nyobanya mesti minimal sejaman lah, biar lebih akurat en terpercaya <img src='http://indut.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Namanya cari info kadang harus mau rugi dikit, hihihihi.</p>
	<p>Konsumen harus lebih selektif dalam memahami setiap iklan yang ada. Jangan mudah percaya pada janji2 manis. Coba tanyakan lebih jauh tentang syarat dan ketentuannya (terkadang di iklan ga dicantumin atau ditulis keciiiiiillllll sekali di bawah). Setelah itu, carilah GSM yang benar2 cocok untuk Anda. Selamat menjelajahi dunia GSM <img src='http://indut.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> &nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indut.blogsome.com/2008/04/27/axis/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
